Era Cloud Computing
Posted in |
at
Sunday, July 08, 2012
Cloud Computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis internet.Awan atau cloud adalah perumpamaan dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, Awan dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan, sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat internet atau di dalam awan tanpa mengetahui apa yang terdapat didalamnya, ahli dengannya, atau mempunyai kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.
Ada 3 macam tipe Cloud Computing :
- Infrastruktur sebagai sebuah layanan (IssL)
- Platform sebagai layanan (PsL)
- Software sebagai layanan (SsL)
1. Infrastruktur sebagai sebuah layanan (IssL) :
Layanan yang paling dasar dari model awan ini adalah penyedia menawarkan komputer abstrak atau sering kita kenal dengan Virtual Machine, Penyimpanan baku (blok), Firewall, Penyeimbang beban, dan jaringan. Penyedia IaaL menyediakan sumber daya pada permintaan dari penampungan yang besar dipasang di pusat data. Jaringan area lokal termasuk alamat IP adalah bagian dari penawaran tersebut. Untuk konektivitas wide area, Internet dapat digunakan atau - di awan pembawa - berdedikasi pada jaringan pribadi virtual dapat dikonfigurasikan.
Untuk menyebarkan aplikasi, pengguna awan kemudian menginstal sistem operasi gambar pada mesin-mesin serta perangkat lunak aplikasi mereka. Dalam model ini, itu adalah pengguna awan yang bertanggung jawab untuk patch dan menjaga sistem operasi dan perangkat lunak aplikasi. Penyedia awan biasanya menarik tagihan IaaS jasa atas dasar utilitas komputasi, yaitu biaya akan mencerminkan jumlah sumber daya yang dialokasikan dan dikonsumsi ke pengguna.2. Platform sebagai layanan (PsL) :
Dalam model ini, penyedia awan memberikan platform komputasi biasanya termasuk sistem operasi, pemrograman lingkungan bahasa eksekusi, database, dan web server. Pengembang aplikasi dapat mengembangkan dan menjalankan solusi perangkat lunak mereka pada platform awan tanpa biaya dan kompleksitas membeli dan mengelola hardware dan lapisan software. Dengan beberapa penawaran PsL, yang mendasari komputasi dan penyimpanan skala sumber daya secara otomatis untuk memenuhi permintaan aplikasi sedemikian rupa sehingga pengguna awan tidak harus mengalokasikan sumber daya secara manual.
3. Software sebagai layanan (SaaS) :
Model ini, penyedia awan menginstal dan mengoperasikan perangkat lunak aplikasi di pengguna awan serta awan mengakses perangkat lunak dari klien awan. Para pengguna awan tidak mengelola infrastruktur awan dan platform di mana aplikasi berjalan. Ini menghilangkan kebutuhan untuk menginstal dan menjalankan aplikasi pada komputer sendiri pengguna awan menyederhanakan pemeliharaan dan dukungan. Apa yang membuat aplikasi awan yang berbeda dari aplikasi lain adalah elastisitasnya. Hal ini dapat dicapai dengan tugas kloning ke mesin virtual pada saat run-time untuk memenuhi permintaan kerja berubah. Penyeimbang beban mendistribusikan pekerjaan selama set mesin virtual. Proses ini mencolok untuk pengguna awan yang melihat hanya titik akses tunggal. Untuk menampung sejumlah besar pengguna awan, awan aplikasi dapat multi tenant, yaitu, setiap mesin melayani lebih dari satu organisasi awan pengguna. Hal ini umum untuk merujuk jenis khusus dari perangkat lunak aplikasi berbasis awan dengan konvensi penamaan yang sama: desktop sebagai proses, layanan bisnis sebagai Lingkungan, layanan Uji sebagai komunikasi, Layanan sebagai layanan. Untuk aplikasi model ini ditarik biaya tetap per bulan atau per tahun.
Di Indonesia pun, Layanan Cloud Computing itu sendiri baru diperkenalkan maka dari itu diperlukan edukasi ke pengguna lokal serta untuk mengantisipasi kekhawatiran masalah dan keamanan privasi data.
beberapa orang pun berasumsi bahwa lebih aman menyimpan data di komputer sendiri daripada di Cloud. Tetapi faktanya, data di cloud bisa jadi jauh lebih aman daripada tersimpan di komputer sendiri. Masalah privasi menjadi sangat penting di Cloud Computing, karena tingkat privasi yang diinginkan setiap orang berbeda-beda. Dengan kemampuan privasi data, maka setiap orang bisa menentukan siapa yang berhak mengakses atau mengubah suatu informasi berdasarkan identifikasi digital.Keamanan data bisa dipastikan dan dipertanggung jawabkan karena setiap penyelenggara layanan harus patuh terhadap regulasi dan undang-undang yang berlaku.
Salah satu contoh Cloud Computing yang baru-baru ini muncul adalah iCloud. Layanan iCloud merupakan layanan cloud computing yang di miliki oleh produsen Apple Inc memungkinkan para penggunanya menyinkronkan data-data seperti foto, musik, gambar, dan dokumen lainnya kedalam iPhone, iPod touch, iPad dan komputer anda dalam waktu yang singkat dan bersamaan. sehingga bisa diakses dimanapun dan kapanpun tanpa membackup data secara manual. Layanan iCLoud diberikan secara gratis oleh developer kepada pengguna Apple yang menggunakan sistem operasi iOS 5 dengan account apple yang valid. kapasitas penyimpanannya setiap acoount iCloud tersebut diberikan sebanyak 5 Gb untuk semua jenis dokumen.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)









0 Response to "Era Cloud Computing"
Post a Comment